RSS

Imam Muslim

21 Jul

Nama lengkapnya ialah Imam Abul
Husain Muslim bin al-Hajjaj bin Muslim
al Qusyairi an-Naisaburi.

Masterpeace
tulisan beliau adalah kitab As-Sahih
(masyhur dengan nama Sahih Muslim).
Kitab ini menjadikan namanya tetap
dikenal hingga kini.

Imam Muslim dilahirkan di Naisabur.
Tetapi para ulama tidak dapat
memastikan tahun kelahirannya.
Sebagian ulama’ berpendapat bahwa
beliau dilahirkan pada tahun 204 H, dan
ada yang berpendapat tahun 206 H.

Menurut al-Hakim Abu Abdullah di
dalam kitabnya ‘Ulama’ al-Amshar,
pendapat yang kuat tentang kelahiran
Imam Muslim adalah tahun 206 H.

Lawatannya untuk Mencari Ilmu
Sukses hanya bisa diraih dengan kerja
keras. Bahkan untuk meraih sukses itu
seseorang kadang-kadang harus
melepaskan keindahan masa mudanya.
Demikianlah yang dialami oleh Imam
Muslim, ia telah belajar hadits sejak usia
12 tahun.

Imam adz-Dzahabi
menyebutkan bahwa ia bljr hadis
mulai tahun 218 H.
Untuk belajar hadits Imam Muslim tidak
cukup hanya menerima pelajaran dari
syekh-syekh yang ada di negerinya saja.
Ia mengadakan lawatan ke berbagai
negara Islam seperti Hijaz, Irak, Syam,
Mesir dan negara negara lainnya untuk
mencari sanad hadis. Dalam
lawatannya Imam Muslim banyak
mengunjungi ulama-ulama kenamaan
untuk berguru hadits kepada mereka.

Di Khurasan, ia berguru kepada Yahya
bin Yahya dan Ishak bin Rahawaih;

di
Ray ia berguru kepada Muhammad bin
Mahran dan Abu ‘Ansan.

Di Irak ia
belajar hadits kepada Ahmad bin
Hambal dan Abdullah bin Maslamah;

di
Hijaz belajar kepada Sa’id bin Mansur
dan Abu Mas’Abuzar; di Mesir berguru
kepada ‘Amr bin Sawad dan Harmalah
bin Yahya, dan kepada ulama ahli hadits
yang lain.

Muslim berkali-kali mengunjungi
Baghdad untuk belajar kepada ulama-
ulama ahli hadits. Kunjungannya ke
Baghdad yang terakhir pada 259 H.
ketika Imam Bukhari datang ke
Naisabur. Muslim sering menghadiri
majelis Imam Bukhari sebab ia
mengetahui kedalaman ilmunya. Dan
ketika terjadi fitnah antara Bukhari dan
Az-Zihli, ia tetap setia mengikuti majelis
al-Bukhari. Sikapnya ini menyebabkan
hubungannya dengan Az-Zihli putus.

Guru-gurunya

Selain guru-guru yang telah disebutkan
di atas, Muslim masih mempunyai
banyak ulama yang menjadi gurunya.
Di antaranya :
1. Usman dan
2. Abu Bakar,
keduanya putra Abu Syaibah;
3. Syaiban
bin Farwakh,
4. Abu Kamil al-Juri,
5. Zuhair
bin Harb,
6. Amr an-Naqid,
7. Muhammad
bin al-Musanna,
8. Muhammad bin Yassar,
9. Harun bin Sa’id al-Ayli,
10. Qutaibah bin
Sa’id, dll

Keahliannya dalam Hadits

Apabila Imam Bukhari merupakan
ulama terkemuka di bidang hadits
sahih, berpengetahuan luas mengenai
ilat-ilat dan seluk beluk hadits, serta
tajam kritiknya, maka Imam Muslim
adalah orang kedua setelah Imam
Bukhari, baik dalam ilmu dan
pengetahuannya maupun dalam
keutamaan dan kedudukannya.

Imam
Muslim banyak menerima pujian dan
pengakuan dari para ulama ahli hadits
maupun ulama lainnya. Al-Khatib al-
Baghdadi berkata, “Muslim telah
mengikuti jejak Bukhari,
memperhatikan ilmunya dan
menempuh jalan yang dilaluinya.”
Pernyataan ini tidak berarti bahwa
Muslim hanyalah seorang pengekor.
Sebab, dalam menyusun kitabnya ia
mempunyai sistematika dan juga
persyaratan tersendiri.

Abu Quraisy al-Hafiz menyatakan
bahwa di dunia ini orang yang benar-
benar ahli di bidang hadits hanya
empat orang; salah satu di antaranya
adalah Muslim (Tazkiratul Huffaz,
II/150).

Maksud Abu Quraisy tentu
bukan sepanjang sejarah malainkan ahli
hadis yang ada pada masa hidupnya,
sebab ahli-ahli hadis sepanjang sejarah
cukup banyak hanya saja tidak hidup
sezaman.

Karya-karya Imam Muslim

Imam Muslim meninggalkan karya tulis
yang tidak sedikit jumlahnya. Ada di
antaranya yang masih ada hingga
sekarang, bahkan telah dicetak
berulang kali, tetapi ada pula yang
sudah hilang. Kitab-kitab yang hilang
ini diketahui dari kesaksian beberapa
ulama yang mencatat kehidupan beliau
atau mencatat kitab-kitab yang ada
saat itu.

Karya Imam Muslim yang masih ada
hingga saat ini antara lain:

1. kitab ash-
Sahih (Shahih Muslim)
2. Al-Kuna Wal
Asma’,
3. Al- Munfaridat Wal Wihdan,
4. At-Tabaqat (masih manuskrip),
5. Rijal
Urwah bin Az-Zubair,(manuskrip),

Sedangkan kitab yang telah hilang dan
tidak sampai kepada kita antara lain :

1. Al-
Musnad Al-Kabir Ala Ar-Rijal,
2. Jami’Al-
Kabir Alal Abwab,
3. Al-‘llal, Al-Ifrad,
4. Al-
Iqran,
5. Suaalaatuhu Ahmad bin Hambal
dll

Ibnu Khalqan menyebutkan, Imam
Muslim wafat di Naisabur pada tanggal
25 Rajab 261 H. dalam usia 55 tahun.

Iklan
 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Juli 21, 2011 in Sejarah Ulama

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: