RSS

Imam At Thabrani

25 Des

Nama lengkapnya adalah Abul Qosim Sulaiman bin Ahmad bin Ayyub bin Muthoir Al Lakhmi Asy Syami At Thabrani
rahimahullah ta¶ala.

Dia adalah seorang Imam yangHafidz dan Tsiqoh yang suka bepergian dan melancong, seorang Muhaditsul Islam dan jembatan para penyeberang ilmu.

Beliau dilahirkan pada bulan Safar tahun 260 H di kota µUka tempat asal ibunya.

Sifat-sifatnya:

Ibnu Mandah mengatakan ; Telah sampai berita kepadaku bahwa At Thabrani adalahorang yang baik penampilannya.

Ad Dzahabi mengatakan : Kedua matanya menjadi buta pada akhir hayatnya.

AtThabrani mengatakan,´Orang-orang zindiq telah menyihirku.

Suatu saat muridnya yang bernama Hasan Al Aththar bermaksud menguji penglihatan At Thabrani dengan mengajukan pertanyaan,´Berapakah jumlah pasak yang berada di atas atap itu?´Ia menjawab,´Aku tidak tahu, namun cincinku telah diukir oleh Sulaiman bin Ahmad yang indah.

Perjalanannya dalam menuntut ilmu:

Beliau pertama kali mendengar hadits ketika berusia 13 tahun di daerah Tibriyah.

Kemudian beliau pergi ke Al Quds tahun 74, lalu menuju Qoisariyah pada tahun 75 dan beliau mendengar dari para sahabat Muhammad bin Yusuf Al Firyabi.

Kemudian beliau bersafar ke Himso, Jabalah, kota-kota di Syam dan Hajj dan Ke Yaman kemudian kembali keMesir, Barqoh kemudian ke Irak dan Asbahan dan sampai di sana tahun 290 H lalu beliaukeluar darinya

Dia juga pergi ke Al Jazirah, Persi, dan terakhir kembali ke Asbahan danmenetap

Kemudian menjadi muhaddits di sana sampai beliau wafat

Dia mendengar hadits dari negeri Haramain, Yaman, Madain Syam, Mesir, Baghdad,Kufah, Bashroh, Ashbahan, Khuzistan, dan yang lain-lainnya

Kemudian tinggal di Ashbahanselama 60 th menyebarkan ilmu dan mengarang kitab

Kemudian sampai ke Irak setelahkosong dari Mesir, Syam, Hijaz dan Yaman

Seandainya ia menuju Irak lebih dahulu, maka iaakan menemukan sanad yang banyak

Adz Dzahabi mengatakan : Pertama kali ia mencari ilmu pada tahun 273 H

Ia diajak oleh ayahnya, seorang ahli hadits dari kawasan Duhaim

Perjalanan pertama kalinya ia lakukan pada tahun 275 H

Ia terus menerus melakukan perjalanan mencari ilmu dan menemui para ahli haditsselama 16 tahun

Ia menulis para ahli hadits salaf (yang terdahulu) maupun muta¶akhirin (yang belakangan) sampai ia menemukan kecakapan dalam bidang ini

Ia mengumpulkan ilmudan mengarang karya ilmiah, diberikan umur yang panjang dan didatangi para ahli hadits danpara pencari ilmu dari berbagai negeri.

Ia telah menemui teman-teman Yazid bin Harun, Ruh bin Ubadah, Abu Ashim, Hajjaj bin Muhammad dan Abdurrozaq.

Ia terus menulis para tokohhadits sampai menulis teman-temannya sendiri.

Guru-gurunya:

Beliau mendengar hadits dari Hasyim bin Martsad At Thobroni, Ahmad bin Mas¶udAl Khoyyat, µAmru bin Abi Salamah At Tunisi, Ahmad bin Abdullah Al Lihyani (pemilik Kitab Adam), µAmru bin Tsaur di Qoisariyah, Ibrohim bin Abi Sufyan ( pemilik Kitab AlFiryabi) dan dari ribuan syaikhnya yang lain, bahkan lebih.

At Thabrani juga meriwayatkan dan mendengar dari Hasym bin Martsad At Thobroni,Abu Zur¶ah Ad Dimasyqi, Ishaq bin Ibrohim Ad Dabari, Idris Al µAtor, Bisyr bin Musa, Ali bin Abdul Aziz Al Baghowi, An Nasai, Abdullah bin Ahmad bin Hambal, Yahya bin AyyubAl Alaf

Murid-muridnya:

Yang menceritakan dari beliau adalah Abu Kholifah Al Jumhi, Al Hafidz ibnu µUqdah (syaikhnya), Ahmad bin Muhammad bin Ibrohim As Sihaf, Ibnu Mundah, Abu Bakar binMardawih, Abu Umar Muhammad bin Al Husain Al bastomi, Abu Nuaim La ashbahani, AbulFadhl Muhammad bin ahmad Al Jarudi, Abu Sa¶id An Nuqosy, Abu bkar bin Abi Ali AdzDzakwan, Ahmad bin Abdurrohman Al azdi, Al Hudsain bin Ahmad bin Al Marzaban, AbulHusain bin Fadsyah, Abu Sa¶d Abdurrohman bin Ahmad As Sofar, Ma¶mar bin Ahmad binZiyad, Abu Bakr Muhammad bin Abdullah Ar Ribati, Al Fadhl bin Ubaidillah bin Syahriyar,Abdul wahid bin ahmad Al Baturqini, Ahmad bin Muhammad bin Ibrohim Al Ashbahani, Ali bin Yahya bin Abdu Kawih, Muhammad bin Abdullah ibnu Syimah, Basyru bin MuhammadAl Muhini, Abu Bakar Muhammad bin Abdullah bin Ridzah At Tajir, Abul QosimAbdurohmanbin abi Bakar Adz Dzakwan

Yang meriwayatkan hadits beliau yang berasal dari syaikh-syaikhnya yaitu AbuKhalifah Al Jumahi, Ibnu Uqdah

Yang meriwayatkan hadits beliau selain dari syaikh-syaikhnya yaitu Abu Bakar binMardawih, Abu Nu¶aim Al Hafidz Al Kabir Muhadits kontemporer, Ahmad bin Abdullah binAhmad Al Mahrani Al Ashbahani, Abul Fadhl Ahmad bin Muhammad Al Jarudi, AbulHusain bin Fadhsyah,dan Ibnu Roidhah

Wafatnya:

Beliau meninggal pada dua hari terakhir pada bulan Dzulqo¶dah tahun 360 berartigenap 100 tahun dan 10 bulan

Dia termasuk Ma¶marin dan dikuburkan di samping kuburansahabat yang syahid Khumamah bin Abi Khamamah Ad Dausi di pintu kota Asbahan

AlHafidz Abu Nu¶aim Al Ashbahani menyolatkanjenazahnya dan hadir di pemakamannya

Iklan
 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Desember 25, 2011 in Uncategorized

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: